Hak cipta karya foto ada pada fotografer dan dilindungi oleh undang-undang.
Danny (13075)
1 Hari - 60 Gerbong - 15.000 RupiahnnBu Siti, begitulah orang menyebut namanya. Lebih dari 14 tahunnterakhir ini, Bu Siti adalah sosok yang hampir setiap hari hadir dinDepo Kereta Mangga Dua Jakarta. Di situlah ia mengais rejeki menjadinpencuci gerbong kereta api.nnTatkala para penumpang kereta api selalu menginginkan kebersihanngerbong yang mereka naiki. Mereka agaknya tak pernah menyangkanbilamana orang seperti Bu Siti yang setiap harinya membuat kenyamanannbagi mereka. Untuk satu rangkaian kereta api eksekutif yang terdirindari sepuluh gerbong, Bu Siti yang berusia 44 tahun menerima upah Rp.n2500 dari perusahaan tempat ia bekerja, sedangkan untuk setiapnrangkaian kereta ekonomi hanya Rp. 1500. Nilai upah Bu Siti agaknyanjauh di bawah nilai satu tiket kelas eksekutif jurusannJakarta-Surabaya. dst..Selama bekerja Bu Siti dibantu oleh rekannya,BunIyah dan Eko.nnKarena kurangnya fasilitas kerja, nenek tiga cucu ini kerap kali harusnmenyambung meter demi meter selang air yang copot, karena begitunbanyaknya sambungan.Dengan tangan dan kaki yang kurus,ia kesulitannuntuk memanjat atap gerbong.Pada saat para ibu menidurkan anaknya,ianharus terjaga untuk membersihkan kereta yang datang dini hari.Karenanminimnya penerangan,beberapa kali ia terpeleset dan terjerembab dingorong-gorong, terlebih jika sedang turun hujan.nnLepas pukul dua siang, jam kerja wanita asal Solo ini berakhir.nBiasanya ia pulang ke rumah yang letaknya tak jauh dari depo, untuknkemudian menyiapkan keperluan suaminya yang bekerja sebagai petugasnkebersihan di pusat grosir Mangga Dua.Tinggal di pinggir rel mati, BunSiti memiliki beberapa gubug, baik yang ditempat keluarga sendirinmaupun yang dikontrakkan pada beberapa karyawan,untuk menambahnpenghasilannya.nnSiti adalah salah satu potret dari banyak wanita, yang harus bekerjankeras untuk bertahan hidup di Jakarta.
17 tahun yang lalu
Ok bgt d jurnalistiknya... Waw story-nya... TOP bgt!
Hmm.. thanks for sharing om... salam.
top!
18 tahun yang lalu
Keren tuh foto essay nya... kok nggak ini yg di pakai ?
Nice Story ...
kolase yang bercerita....salam...
Kolase yang menarik sekali, salam ti bandoeng
Wah foto humanis yang sangat menyentuh...salam
kasih ibu sepanjang masa ..... pengorbanan nya begitu nyata ..... kapan nya pemerintah perduli kepada mereka .....